Psikosomatis pada anak-anak
Kesehatan anak-anak adalah salah satu aspek yang paling berharga bagi para orangtua dan perawat. Di sisi lain, terkadang kita lupa betapa kuatnya hubungan antara kesehatan fisik dan keadaan emosional mereka. Ini adalah apa yang kita sebut dengan psikosomatis.
Seperti yang kita ketahui, bahwa psikosomatis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang kompleks antara pikiran dan tubuh. Pada anak-anak, ini dapat diartikan bahwa perasaan, stres, atau kecemasan mereka dapat memengaruhi kesehatan fisik mereka secara nyata. Hal ini menjadi contoh yang jelas bagaimana psikologi dan kesehatan fisik berkaitan erat. Berikut ini contoh psikosomatis pada anak-anak, yakni:
1. Sakit Perut Karena Kecemasan Ujian
Ini adalah salah satu contoh paling umum psikosomatis pada anak-anak. Pada saat seorang anak merasa sangat cemas menghadapi ujian sekolah, perut mereka bisa terasa sakit. Stres dan kecemasan dapat memicu gangguan pencernaan, seperti nyeri perut atau mual.
2. Eczema yang Bertambah Parah Akibat Stres
Beberapa anak menderita eczema, suatu gangguan kulit yang dapat memburuk saat mereka merasa stres. Garukan akibat gatal pada kulit bisa memicu peradangan lebih lanjut, dan inilah contoh jelas bagaimana emosi dapat memengaruhi masalah kesehatan fisik.
3. Penurunan Berat Badan Akibat Depresi
Pada beberapa kasus, anak-anak yang mengalami depresi dapat mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Mereka mungkin kehilangan selera makan karena perasaan sedih dan merasakan lesu yang berlebihan.
4. Kemunculan Tics pada Anak dengan Gangguan Kecemasan Sosial
Anak-anak dengan gangguan kecemasan sosial mungkin mengalami tics seperti gerakan mata atau bersin berlebihan saat mereka merasa cemas. Ini adalah reaksi fisik terhadap perasaan mereka yang dalam.
Penyebab Psikosomatis pada Anak-Anak:
1. Stres dan Kecemasan: Kecemasan mengenai ujian, pertengkaran orangtua, atau perubahan besar dalam hidup anak-anak dapat memicu gejala psikosomatis.
2. Depresi: Perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat pada hal-hal yang dulu mereka nikmati dapat memengaruhi selera makan dan berat badan.
3. Trauma: Anak-anak yang telah mengalami trauma fisik atau emosional bisa mengalami manifestasi fisik dari perasaan mereka yang tidak terpecahkan.
4. Gangguan Kecemasan: Anak-anak dengan gangguan kecemasan seperti kecemasan sosial atau kecemasan umum sering mengalami gejala psikosomatis sebagai tanggapan terhadap kecemasan mereka.
Cara Mengatasi Psikosomatis pada Anak-Anak:
Psikosomatis pada anak-anak adalah fenomena yang kompleks dan sering kali terabaikan. Penting untuk diingat bahwa kesehatan emosional anak kita sangat mempengaruhi kesehatan fisik mereka. Upaya yang dilakukan melalui berbicara, mendengarkan, dan memberikan dukungan, kita dapat membantu anak-anak mengatasi gejala psikosomatis dan tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik dan emosional. Pada perawatan anak-anak kita, jangan pernah lupakan kekuatan hubungan antara pikiran dan tubuh mereka.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia dikenal sebagai pusat asesmen Indonesia yang memberikan berbagai layanan, termasuk jasa psikotes dan asesmen individu, dengan proses yang efisien dan hasil mendalam.
Referensi :
Budiati, Endang. 2021. Psikosomatis: Pendekatan Holistik.